Kamis, 19 April 2012

Masa Kecilku

Bumi yang terus berotasi tak bisa dihentikan dengan mudahnya. Lama hidup telah dijalani telah memberikan banyak arti dalam dunia fana ini. Tekadang sejenak aku berfikir, mengapa waktu yang begitu lapang ku sia_sia kan begitu saja, kesenangan dunia yang sesaat membuatku terjerumus akan manisnya liku kehidupan, banyak kesempatan yang aku abaikan untuk mendekatkan diri padamu, kini baru tersadar semuanya telah berubah, aku yakin semua rencanamu adalah yang terindah, masih teringat dikala aku kecil dulu, cita_cita, pengorbanan, semangat hidup untuk sukses membuatku berani untuk menghadapi semuanya.
Persaingan global yang begitu rumit, membuatku bangkit untuk lebih giat lagi, terkadang badai yang menerkam, begitu mudahnya untuk kuhalangi.
Begitu sulit untuk melupakan semua kenangan itu, kenanagan disaat kepolosan menjadi kekhasan diriku, tanpa kebohongan , keluhan, , ketakukan, bahkan tanpa cemoohan. Tak lain semuanya ku peroleh dari insan yang paling hebat dalam hidupku, orang tua yang mendidikku sedemikian rupa membuatku sadar betapa penting memaknai arti hidup sebenaranya, ribuan pelajaran yang kuperoleh dari beliau, satu pesan beliau yang tak akan pernah ku lupakan dalam hidupku "tidak ada alasan bagiku untuk bermunajat dimesjid, terkecuali dalam kondisi sakit".
Masih terbayang semuanya, kala shalat menjadi fondasi, kala budi pekerti menjadi pegangan ku.
Kala itu aku merasa betapa dekatnya dengan sang khaliq, terasa tak ada pemisah dintaranya, tasbih yang selalu terucap membuatku yakin akan tujuan ku sebenarnya, Kala Dhuha, Tahajjud menjadi sebuah kebiasaan, betapa terasanya nikmat hidup dikala itu.
Tak ada yang salah dari semuanya, benar bahwa pengalaman adalah hal yang berharga dalam hidup ini, berharap semuanya akan kembalai semula, hidup memang indah jikalau semuanya disandarkan pada allah, tiada keindahan selain zikruallah, mencoba untuk menjadi lebih baik adalah sesuatu yang bagus untuk awal permulaan.